lcat
My personal /var/log
  • Home
  • Contact
  • HackMe!

Cerita-cerita dan kesan awal Oracle Cloud 'Always-Free' VMs

Jika Anda hanya tertarik tentang kesan awal saya dengan instance VM free-tier Oracle, langsung saja skip ke [#skipcerita](#skipcerita).

Ketika awal kuliah dan bertemu teman-teman di OmahTI, saya ingat sekali pernah mencari-cari instance VPS gratisan untuk bereksperimen (contoh: nge-host blog ini, nge-host project temen, reverse shell 😅, macem2 deh...).

Sudah banyak hal gratisan yang saya coba, mulai dari Heroku gratisan, Render, credit cloud gratisan GitHub Student Pack. Waktu itu, saya rasa belum ada yang nyaman, karena ada rasa bisa di-terminate kapan saja karena gratisan, walau biasanya pasti ada warning. Akhirnya, selama saya kuliah, saya hanya pakai Raspberry Pi 3B yang dulu dibeli pakai uang lomba untuk ngehost project2 saya, termasuk blog ini. Agar bisa diakses publik, saya dibantu Pak Ammar Faizi lewat VPS-nya dibuatkan reverse proxy, asalkan mau ikut testing [teavpn2](https://github.com/TeaInside/teavpn2) di RPi3B saya. Karena Raspberry Pi saya sempat mati beberapa kali ([saya posting beberapa kali](/?q=raspberry)), saya akhirnya [mengalihkan hosting blog saya ke NFSN](/?q=a4eae3c7-7dc2-4b90-9c08-b909163c270d).

Sejak menjelang lulus kuliah, karena saya sudah mulai kerja dan sehari-hari pakai laptop kantor, ThinkPad T470 kesayangan saya jadi sering nganggur. Agar tetap bernafas, saya install Jellyfin dan kawanan Servarr stack untuk hiburan, lalu pakai Tailscale untuk akses lewat ponsel/laptop kerja. Karena masih longgar, terlebih waktu itu RAM T470 saya masih ~32GiB (sebelum separuhnya saya jual hehe), saya install beberapa service lain, misalnya [UptimeKuma](https://github.com/louislam/uptime-kuma) dan [Moltis](https://github.com/moltis-org/moltis/). Semuanya aman dan jalan enteng, kecuali satu hal. Karena T470 ini berjalan dengan network kost-kostan saya yang sering lemot, akibatnya performanya sangat tidak tentu. Streaming via Jellyfin terkadang lancar sekali, kadang juga ngos-ngosan. Yang paling menyebalkan adalah, karena saya host UptimeKuma, data uptime yang harusnya akurat malah jadi kacau, karena UptimeKuma mengira host yang dimonitor semuanya sedang down. Hadeh...

Cerita samping: Raspberry Pi 3B saya, yang [saya kira mati total](?q=gak+mau+nyala), akhirnya saya bawa ke Jakarta untuk saya troubleshoot. Ternyata, setelah ganti boot flash drive, akhirnya bisa nyala. Saya tinggalkan di kantor dan saya akses via Tailscale. Karena di jaringan kantor, saya tidak bisa leluasa menggunakan RPi3B saya, akhirnya sampai sekarang masih nganggur. Saya tidak bisa install UptimeKuma karena alasan yang sama (gak enak, karena hal pribadi saya harusnya gak lewat network kantor). Oh ya, Raspberry Pi 3B saya sekarang jalan menggunakan [DietPi](https://dietpi.com/). Namanya `tardja`, mengikuti nama warung sate favorit dekat kos saya (ya, bad OpSec).

Melanjutkan tentang T470, saya tidak ingin dia dipenuhi service-service Docker karena si T470 ini masih saya pakai secara interaktif. Saya masih belum rela melepas [setup i3 saya](/?q=i3wm) dan bekerja penuh di Windows huhu. Saya kadang menjalankan [OpenCode](https://opencode.ai) via tmux lalu saya tinggal tidur hehe. Atau, kalau internet sedang jelek, saya pakai saja untuk nonton film.

Refactoring self-hosted services saya dimulai dengan mencoba instance e2-micro yang 'Always Free' dari Google Cloud Platform (GCP). Sayangnya, instance ini cukup terbatas, karena hanya menyediakan 2 virtual core, 1GiB RAM, 1GiB network egress. Saya beberapa kali mendapati instance ini nge-hang hanya ketika menjalankan UptimeKuma via Docker Compose. Ketika saya tambahkan Wallabag, saya lebih sering mendapati kasus hang ini. Saya yakin karena memorynya penuh. Belum saya investigasi lebih jauh. Tapi, kesimpulannya adalah, sepertinya saya tidak bisa menjalankan banyak hal di e2-micro GCP ini. Saya urungkan semua service saya, dan saya kembalikan ke T470, kecuali UptimeKuma.

<span id=skipcerita></span>

Saya sudah mendengar VM free tier Oracle dari beberapa teman. Ketika awal mendengar dari A. Adam, saya langsung tertarik untuk coba. Tapi sayangnya, waktu itu, sekitar 2022, entah kenapa saya tidak pernah berhasil daftar. Dua minggu lalu, saya dengar lagi dari Vian. Saya coba lagi untuk mendaftar dan bisa. Saya upgrade ke plan Pay As You Go (PAYG) sehingga bisa dapat instance Ampere. Jika di free tier, saya selalu dapat error out of capacity (sepertinya memang reservasi instancenya ini dibedakan antara paid dan free tier). Sejauh ini, saya rasa Oracle cukup baik hati karena mau memberikan up to 4 OCPU dan 24GiB RAM. Saya pindahkan [Miniflux](https://miniflux.app) dan [Wallabag](https://wallabag.org) ke VM Oracle saya. Instance saya diatur dengan 2 OCPU, 6GiB RAM dan menjalankan Oracle Linux 10. Seharusnya sudah lebih dari cukup. Sejauh ini, semua service jalan lancar, saya jadi belajar menggunakan Podman dan Podman Compose (alternatif dari Docker dan Docker Compose, tidak berbeda jauh). Sekian ulasan ini, mungkin akan saya update halaman ini jika ada kendala atau tambahan tips.
Created: 2026-04-07 05:27:54, Updated: 2026-04-07 06:41:49, ID: a28de40d-88f0-4cde-b647-c58cd0fd2807