Ulasan saya sebagai pengguna Mac baru
Sebulan yang lalu adalah waktu laptop kantor Ideapad saya digantikan dengan sebuah MacBook Air. Saya sudah lama penasaran dengan klaim baterai tahan lama dari Macbook Air ini. Jika bukan karena pekerjaan, saya mungkin tidak akan membeli sendiri atau bahkan sempat mencoba macOS dan MacBook Air-nya karena saya adalah penggemar ThinkPad.
Setelah menggunakan MacBook Air ini sehari saja, saya sudah paham alasan beberapa rekan saya kuat tidak bawa charger ke kantor. Perlu saya akui, memang baterainya setahan lama itu. Untuk pemakaian normal, mungkin karena masih baru juga, baterai saya masih tersisa 30 sampai 40 persen di akhir jam kerja (sekitar sore jam 5-6). Saya dan teman saya [tanknight](https://tanknight.blog) dibuat penasaran sehingga kami bertanya: 'kenapa Mac seefisien ini?'. Ternyata jawabannya lumayan panjang dan mengesankan, tapi kami jadi lebih paham. Singkatnya, SoC Apple Silicon yang menjadi 'otak' si MacBook ini sudah sangat efisien.
Akhir kata, saya masih tetap mengidolakan setup i3wm saya di T470 milik pribadi. Tapi, untuk pengalaman super baru dan baterai yang awet, saya yakin saya akan cukup betah dengan Macbook ini. Ini jauh lebih baik dibanding menggunakan laptop kerja sebelumnya. Mungkin nanti saya akan berkesempatan juga untuk 'mengoprek' *OS (di tempat saya bekerja, ada banyak buku Jonathan Levin, tapi sayang masih belum sempat saya ulik).
Created: 2026-08-19 15:11:59, Updated: 2026-08-19 15:11:59, ID: 43a3c39c-ff6e-448c-bd25-6ee4df7dc5fa