Setup *koslab* saya kini lebih bisa diandalkan
Sekitar dua pekan yang lalu (20261007), saya *ditraktir* wireless router oleh salah satu teman hacker andal saya, [Mas Riyan](https://ruz.fi). Beliau ini baru saja pindah ke Jakarta dan harus setup NAS di kos barunya (sepertinya artikel tentang setup NAS-nya masih jadi draf, nantikan saja). Router hadiah ini adalah router seri yang sama yang ia gunakan untuk setup NAS-nya. Secara spesifik, model routernya adalah [WAVLINK WL-WNT100X3](https://www.wavlink.com/en_us/product/WL-WNT100X3.html). Alasan beliau menghadiahi saya router ini, sambil bercanda, adalah karena router ini punya spesifikasi yang sudah sangat mumpuni (apalagi di harganya) dan ramah opreker, *runs OpenWRT*, sehingga saya bisa istirahat sebentar dari [ngoprek XIDOL](/?q=XIDOL) dan bisa fokus pada sertifikasi (saya sedang mencoba OSWE).

Sebelum ada wireless router ini, setup jaringan *koslab* (tidak bisa sebut 'homelab' karena masih ngekos hahaha) saya masih murni mengandalkan sinyal Wi-Fi dari wireless router indekos yang ada di luar kamar. Perangkat di koslab saya hanya T470, RPi3B, dan Redmi Note 11 (spesn). Ketiganya nyambung ke jaringan Wi-Fi kos langsung. Beberapa isu yang saya alami dan saya rasa normal adalah koneksi yang sering kali terputus. Dugaan saya, penyebab utamanya adalah sinyal Wi-Fi dari access point utama yang juga buruk di dalam kamar. Saya pikir, jika menambah wireless router di dalam kamar, kualitas internet saya dari perangkat-perangkat di dalam kamar tidak akan jauh berbeda.
Pandangan saya tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Setup baru saya dimulai dengan mengatur wireless router WAVLINK pemberian teman saya ke mode Repeater. Lalu, port Ethernet-nya saya sambungkan langsung ke T470. Perangkat lainnya, termasuk ponsel pribadi saya, terhubung ke access point dari WAVLINK (tidak ada yang terhubung ke luar kamar selain si WAVLINK yang bertindak sebagai repeater).
Pengujian bandwidth dari MacBook Air M5 (terhubung ke Wi-Fi WAVLINK) ke T470 (Ethernet) bisa tembus sampai 500-an Mbps. Saya sendiri tidak menyangka bisa streaming film di Jellyfin hampir tanpa *buffering*.
```
[ ID] Interval Transfer Bitrate Retr
[ 7] 0.00-10.00 sec 620 MBytes 520 Mbits/sec 2410 sender
[ 7] 0.00-10.01 sec 619 MBytes 518 Mbits/sec receiver
iperf Done.
```
Koneksi internet kini jauh lebih stabil. Saya tidak menguji ini secara langsung, tapi ini terlihat dari jumlah alert up/down Beszel yang sekarang sudah nyaris tidak ada. Saya bisa mencapai 80-an Mbps ketika mengakses T470 dari Wi-Fi kantor (Tailscale direct). Perangkat-perangkat lain juga bisa saya akses dengan lebih andal. Sebelumnya, saya pernah mendapati T470 saya offline, tapi Raspberry Pi 3B saya online. Aneh karena keduanya harusnya terhubung dengan Wi-Fi yang sama. Kini, sudah tidak ada isu itu lagi.
Thank you, Pak [ruzfi](https://ruz.fi), sudah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas setup saya… hahaha. Oh ya, teman saya yang baik hati ini juga merupakan orang yang sama yang meminjamkan saya domain pendek 'gru.fi' yang selama ini saya gunakan untuk berbagai keperluan *iseng*, hehe.
Sebagai penutup, mungkin di masa depan website ini akan saya host di router WAVLINK ini. Saya sedang menunggu fitur Bring Your Own Domain di Tailscale Funnel. Semoga bisa segera diimplementasikan. Saya juga berencana menambah modem USB ke si router agar bisa fallback ketika Wi-Fi indekos saya sedang buruk.
Created: 2026-10-06 16:00:29, Updated: 2026-10-06 16:05:02, ID: 0306895b-d08d-4bb5-9176-749b0073eb94